Tampilkan postingan dengan label P3K. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P3K. Tampilkan semua postingan

Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.
Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang antara lain:
- Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
- Sulit menggerakkan bagian yang terluka
- Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
- Terlihat bengkak
- Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
- Terlihat ada perubahan bentuk
 Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
- Bagian tubuh yang luka terlihat membiru

Apabila menemui gejala-gejala di atas, penanganan darurat yang dapat dilakukan adalah:

1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan
2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.


Waspadai 5 Hal Penyebab Cedera Ini!

Apapun tujuan Anda berolahraga, mendapatkan cedera pasti bukan salah satunya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Arkansas, terjadi peningkatan cedera sebesar 35% di beberapa gym di Amerika dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang personal trainer bernama Justin Price, pemilik BioMechanic mengatakan bahwa, ada dua alasan dasarpenyebab cedera pada latihan, yang pertama adalah bentuk tubuh yang kurang proporsional (membungkuk, miring). Biasanya terjadi akibat kebiasaan harian, seperti terlalu lama duduk di depan komputer atau kebiasaan latihan beban yang salah. Bentuk tubuh yang membungkuk dapat melemahkan struktur otot dan tulang.

Kesalahan yang berpotensi cedera berikutnya adalah melakukan latihan secara tergesa-gesa dan tidak dilakukan secara bertahap. Anda tidak akan bisa menghilangkan 25kg berat badan Anda hanya dengan melakukan satu sesi latihan di treadmill. Anda pun tidak akan bisa dengan tiba-tiba membentuk otot Anda hanya dengan satu sesi latihan benchpress. Anda harus melakukan latihan secara bertahap karena ini merupakan prinsip dasar dari latihan.
Ada beberapa daerah yang biasanya rawan akan cedera, seperti:
  • Cedera engkel
    Penyebabnya, pada saat berlatih kardio seperti lari atau jalan cepat, sendi pada engkel kaki sering mengalami cedera. Cedera sendi engkel sebenarnya merupakan cedera pada ligamen dari sendi engkel, yang elastis, memiliki struktur seperti karet yang menjaga tulang-tulang dari sendi engkel bersama-bersama dan mencegah sendi terputar atau terpelintir berlebihan. Beberapa penyebab cedera pada lokasi tersebut adalah jika kaki mendarat secara janggal, jika dataran tidak rata atau ketika terdapat kekuatan dalam jumlah yang tidak biasa diberikan pada sendi tersebut.
  • Salah usaha untuk mencegah cedera pada bagian ini adalah dengan mencari sepatu yang pas untuk kebutuhan Anda. Carilah sepatu khusus untuk berlari atau jalan cepat. Biasanya sepatu jenis ini bagian tumitnya tidak terlalu tinggi (rata dengan bagian depan sepatu) sehingga bisa mengurangi risiko cedera kaki Anda.
  • Cedera Lutut
    Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah Anda duduk terlalu lama didepan komputer kemudian melakukan latihan yang banyak menggunakan kekuatan otot kaki. Misalnya berlari atau melompat. Ketika kaki tidak stabil karena duduk terlalu lama dan otot pinggang kita tidak terlalu kuat, maka beban latihan akan mengarah pada lutut Anda sehingga dapat mengakibatkan cedera.
  • Pencegahannya, pilihlah gerakan dimana pinggang dan tumit Anda dapat di lengkungkan secara bersamaan, seperti gerakan lunge. Latihan ini berfungsi agar lutut lebih stabil dan lebih kuat.
  • Cedera Punggung Bagian Bawah
    Salah satu penyebabnya adalah ketegangan otot. Otot tegang dapat terjadi karena gerakan pinggang yang terlalu mendadak atau berlebihan melampaui kekuatan otot-otot tersebut. Misalnya ketika sedang olah raga tanpa Anda sadari Anda bergerak terlalu mendadak yang dapat memicu cedera. Hal ini bisa juga terjadi ketika Anda mengangkat beban yang berat.

  • Pencegahannya, Lakukanlah pemanasan sebelum berolah raga agar terhindar dari semua risiko cedera, khususnya cedera punggung bagian bawah. Contohnya adalah dengan berdiri tegak, kaki renggang. Satukan jari-jari tangan Anda di depan, tarik nafas, angkat tangan dengan tapak tangan menghadap ke atas. Pandangan mata mengarah ke tangan, dorong ke atas dan angkat perlahan tumit Anda. Lepas nafas, dan kembali ke posisi semula.


Cedera Bahu
  • Sebanyak 20 persen cedera karena olahraga terjadi pada bahu, termasuk akibat salah posisi, salah urat, dan ketegangan otot. Olahraga yang rentan menimbulkan cedera ini seperti tenis, renang, angkat beban, bisbol, dan voli. Penyebabnya, aktivitas berlebih dan gerakan yang salah di daerah bahu sehingga mengenai tendon (urat). Gejalanya nyeri, kaku pada bahu, otot terkilir, hingga tulang retak. Pencegahannya, hampir sama dengan pencegahan pada cedera punggung. Anda bisa melakukan gerakan berikut, dengan jari-jari teranyam di belakang kepala, usahakan kedua siku lurus ke samping dengan badan bagian atas tegak. Tariklah kedua tulang belikat saling mengarah sampai terasa adanya penarikan pada punggung bagian atas dan tulang belikat. Tahan selama 5 detik kemudian rileks.
  • Cedera Leher
    Penyebabnya, posisi leher yang tegang dan tidak fleksibel memungkinkan terjadinya nyeri otot. Seperti yang terjadi ketika Anda duduk berjam-jam di depan komputer.Pencegahannya, lakukanlah peregangan untuk otot leher dengan cara, duduklah dengan tegak di kursi. Tangan kanan berpegangan pada bagian bawah pinggiran kursi. Pastikan bahu kanan tidak bergerak. Siku kanan sedikit ditekuk. Letakkan telapak tangan kiri pada sisi kanan kepala. Perlahan dorong kepala ke sisi kiri (agak ke depan) sehingga telinga kiri Anda berada di depan bahu kiri. Lakukan hingga Anda merasakan tarikan lembut pada bagian belakang leher sebelah kanan, lakukan dengan arah sebaliknya untuk meregangkan leher bagian kiri.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Usahakan Anda melakukan peregangan atau pemanasan ketika Anda akan berolahraga. Kenali dulu penyebab cedera yang bisa mengganggu aktifitas Anda dan temukan langkah untuk menghindarinya.

Penyelamatan dan P3K, terhadap Jenis Luka Ringan

1. Pendidikan Penyelamatan Apabila terjadi Bahaya atau Kecelakaan
Di dalam melakukan suatu kegiatan, misalnya bekerja, belajar, wisata, bermain, atau
berolahraga, ada kalanya sering terjadi bahaya atau kecelakaan. Adapun langkah-langkah
awal pendidikan penyelamatan adalah sebagai berikut.
a. Menyelamatkan jiwa korban
Seseorang yang menjadi korban di mana dan kapan saja, tindakan yang pertama
adalah menyelamatkan jiwa korban. Jiwa korban adalah hal yang penting yang harus ditolong.
b. Mencegah terjadinya cidera yang parah
Jika terjadi kecelakaan atau bahaya, tindakan yang perlu diambil adalah mencegah
terjadinya cidera yang parah. Cidera yang parah juga terjadi pada saat penyelamatan
yang salah dan tergesa-gesa, biasanya luka menjadi infeksi, atau patah tulang.
c. Mencegah atau mengurangi sakit
Korban kecelakaan atau bahaya biasanya merasakan rasa sakit. Sehingga dengan
adanya penyelamatan si korban berkurang rasa sakitnya.
d. Menghilangkan rasa ketakutan
Perasaan rasa takut terhadap si korban selalu menyelimuti, misal luka tambah parah
atau kehilangan anggota badan, dan lain-lain.

2. Prinsip dan Peraturan Penyelamatan
Prinsip yang harus diperhatikan dalam pendidikan keselamatan adalah:
a. Sikap tenang (tidak panik), tindakan yang harus dilakukan tidak tergesa-gesa,
perhatikan si korban, lakukan tindakan secara hati-hati.
b. Perhatikan pernapasan si korban
Korban kecelakaan atau bahaya, apapun perlu perhatian tentang pernapasan si
korban, misalnya napas tersengal-sengal, napas terganggu, atau pernapasan terhenti.
c. Hentikan pendarahan
Hentikan pendarahan apabila terjadi, karena apabila tidak segera dilakukan akan
menimbulkan kematian.
d. Mengamankan si korban
Si korban harus diamankan dari bahaya/kejadian yang akan timbul lagi, misalnya di
jalan raya dan di sungai.
e. Lakukan penyelamatan di tempat
Sebelum di bawa ke dokter, korban harus ditolong di tempat yang aman.
f. Lakukan tindakan penyelamatan dengan cepet, tepat, dan hati-hati
Perhatikan pertolongan secara cepat dan tepat pada diri si korban, yang
membahayakan tubuh korban.
Pendidikan keselamatan juga perlu diperhatikan, apabila terjadi korban secara massal
(banyak), misal korban tsunami, gempa, gunung meletus, keracunan, atau kecelakaan di
laut, darat, dan di udara. Korban yang masih bernapas kita prioritaskan, pendarahan,
shock, patah tulang, luka-luka atau memar.

3. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) terhadap Jenis Luka Ringan
Kegiatan P3K lebih mengutamakan pada pertolongan pertama, artinya
korban sebelum dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu dilakukan penyelamatan.
Misalnya, terjadi kecelakaan terkena pisau dengan luka yang terlalu dalam.
Sambil menunggu kendaraan atau pertolongan medis tiba, sebaiknya dilakukan tindakan
penyelamatan seperti pembalutan dengan diberi betadin dan sebagainya.
Pertolongan pertama dilakukan untuk memberikan perawatan pada korban sebelum
pertolongan yang lebih lanjut diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan yang lain.
Luka adalah jaringan kulit yang terputus, robek, rusak oleh suatu sebab.
Macam-macam luka adalah sebagai berikut;
a. luka memar, kena pukul,
b. luka gores,
c. luka tusuk,
d. luka potong,
e. luka bacok,
f. luka robek,
g. luka tembak, dan
h. luka bakar.
Dasar pertolongan luka dengan pendarahan keluar:
a. Hentikan pendarahan.
b. Ditinggikan bagian yang luka.
c. Luka dibersihkan dengan air (mercurnochook 2%).
d. Diberi bubuk sulfanilaid.
e. Luka ditutup dengan kain kasa steril.
f. Segera dibawa ke dokter apabila luka lebar dan dalam.
Pertolongan pada daerah anggota badan.
1. Di kepala
- korban ditidurkan terlentang tanpa bantal, jika pingsan, dan
- lakukan tindakan P3k.
2. Di badan (tubuh) luka tertutup
Tanda-tandanya berdarah, merah muda, dan berbusa.
- tidurkan setengah duduk,
- dikompres dengan es/air,
- tidak diajak berbicara,
- beri minum air larutan garam, dan
- bawa segera ke dokter.
3. Luka di badan (tubuh) terbuka
- tidurkan setengah duduk,
- rawat lukanya,
- beri plester (penahan) agar udara tidak masuk, dan
- bawa segera ke rumah sakit.
4. Luka melintang di perut
- tidurkan setengah duduk,
- luka ditutup,
- pasang pembalut di daerah luka,
- tidak boleh diberi minum,
- tidak disentuh yang luka, dan
- bawa segera ke dokter.
5. Luka membujur di perut
- tidurkan telentang,
- lakukan P3K, dan
- segera bawa ke dokter.
Catatan:
Luka yang tidak segera mendapat pertolongan, akan mengakibatkan:
- pendarahan,
- infeksi,
- cacat, dan
- shock

P3K pada kaki yang terkilir

Cedera kaki sangat mengganggu karena akan mempengaruhi kegiatan sehari-hari kita. sayangnya kebanyakan orang melakukan pertolongan pertama yang salah ketika cedera kakinya. Berikut ini adalah langkah-langkah yang benar pertolongan pertama ketika Anda mendapatkan cedera pada kaki:

1. Istirahatkan kaki Anda sejenak dan tidak dipaksa untuk pindah.Aktivitas yang berlebihan dapat mengakibatkan komplikasi lebih lanjut, seperti ligamen yang robek akan lebih parah, sering disertai dengan patah tulang terkilir / patah / retak tulang.2. kompres cedera kaki dengan es. lakukan dengan air hangat.saat cedera baru berlangsung, akan ada air mata pembuluh darah yang menyebabkan pelepasan "isi" dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya pembuluh darah sehingga bengkak di sekitar luka juga akan melebar (dilatasi) sebagai respon terhadap peradangan. Memberikan kompres dingin / es akan "sempit" yang memperlebar pembuluh darah, sehingga mengurangi pembengkakan. Kompres dingin dapat dilakukan 1-2 kali sehari, tidak lebih dari 20 menit karena akan mengganggu sirkulasi darah.Sebaliknya, ketika cedera yang kronis, tanda2 peradangan seperti bengkak, nyeri merah, yang parah hilang, maka prinsip kompres hangat dapat dilakukan
3. Kompresi. Kompres / penekanan pada cedera, bisa dilakukan dengan perban / dibalut. Tidak terlalu ketat, tujuan untuk mengurangi pembengkakan.
4. elevasi. Jika terkilir pergelangan kaki balasan, sering2 istirahat dengan kaki ke atas, dengan goyang. Tujuannya adalah untuk mengurangi bengkak.
Pemberian obat anti nyeri dan anti-inflamasi dapat diberikan atas petunjuk dokter Anda.
Bagaimana untuk memijat / pijat tradisional?
Secara medis, hal ini tidak dibenarkan. Mengapa? Terkilir adalah suatu cedera yang melibatkan proses peradangan, yang disertai dengan air mata pembuluh darah dan bahkan lebih berat lagi disertai dengan patah tulang atau ligamen sobek lebih besar.Manipulasi / memijat bagian dan mencegah cedera akan memperparah karena pembuluh darah yang robek yang biasanya harus "tertutup" (sebagai respon alami tubuh), belum lagi jika ada air mata dan patah tulang ligamen. Prinsip RICE adalah prinsip yang telah menjadi standar emas / prinsip pengobatan utama untuk terkilir di mana saja di dunia, terutama untuk olahragawan2.Jika Anda adalah seseorang yang mencintai olahraga benar2, tindakan "agresif" kadang perlu dilakukan, misalnya:
X-ray dapat melihat adanya luka yang menyertai seperti fraktur / retak / patah tulang, tapi tidak bisa melihat cedera / robekan pada ligamen. Untuk melihat ligamen dengan baik, untuk melakukan MRI.
Untuk pemilihan anti-nyeri dan peradangan, ada beberapa kontroversi, karena proses peradangan yang terjadi adalah mekanisme alami tubuh untuk "sembuh". Dengan mengambil obat anti nyeri dan anti-inflamasi, maka mekanisme ini akan dihilangkan dan akibatnya penyembuhan akan tertunda.

cedera pada olahraga

Cedera Olah Raga adalah cedera pada sistem otot dan rangka tubuh yang disebabkan oleh kegiatan olah raga.
Cedera olah raga yang sering terjadi adalah:
- Patah tulang karena tekanan
- Shin splints
- Tendinitis
- Lutut pelari
- Cedera urat lutut
- Punggung altit angkat besi
- Sikut petenis
- Cedera kepala
- Cedera kaki.

PENYEBAB

Cedera olah raga disebabkan oleh:
- metode latihan yang salah
- kelainan struktural yang menekan bagian tubuh tertentu lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya
- kelemahan pada otot, tendon dan ligamen.
Kebanyakan cedera ini disebabkan oleh penggunaan jangka panjang, dimana terjadi pergerakan berulang yang menekan jaringan yang peka.

Metode Latihan Yang Salah.

Metode latihan yang salah merupakan penyebab paling sering dari cedera pada otot dan sendi. Penderita tidak memberikan waktu pemulihan yang cukup setelah melakukan olah raga atau tidak berhenti berlatih ketika timbul nyeri.

Setiap kali otot tertekan oleh aktivitas yang intensif, beberapa otot mengalami cedera dan otot yang lainnya menggunakan cadangan energinya yang tersimpan sebagai glikogen karbohidrat.
Penyembuhan serat-serat otot dan penggantian glikogen memerlukan waktu lebih dari 2 hari.

Sebagian besar program olah raga diselenggarakan secara bergantian; hari ini melakukan latihan berat, hari berikutnya beristirahat atau melakukan latihan ringan.
Hanya perenang yang bisa melakukan latihan yang berat dan ringan setiap hari tanpa mengalami cedera. Kemungkinan daya ampung dari air membantu melindungi otot dan sendi para perenang.

Kelainan Struktural.

Kelainan struktural bisa menyebabkan seseorang lebih peka terhadap cedera olah raga karena adanya tekanan yang tidak semestinya pada bagian tubuh tertentu.
Misalnya, jika panjang kedua tungkai tidak sama, maka pinggul dan lutut pada tungkai yang lebih panjang akan mendapatkan tekanan yang lebih besar.

Faktor biokimia yang menyebabkan cedera kaki, tungkai dan pinggul adalah pronasi (pemutaran kaki ke dalam setelah menyentuh tanah).
Pronasi sampai derajat tertentu adalah normal dan mencegah cedera dengan cara membantu menyalurkan kekuatan menghentak ke seluruh kaki.
Pronasi yang berlebihan bisa menyebabkan nyeri pada kaki, lutut dan tungkai. Pergelangan kaki sangat lentur sehingga ketika berjalan atau berlari, lengkung kaki menyentuh tanah dan kaki menjadi rata.

Jika seseorang memiliki pergelangan kaki yang kaku, maka akan terjadi kebalikannya, yaitu pronasi yang kurang.
Kaki tampak memiliki lengkung yang sangat tinggi dan tidak dapat menyerap goncangan dengan baik, sehingga meningkatkan resiko terjadinya retakan kecil dalam tulang kaki dan tungkai (fraktur karena tekanan).

Kelemahan Otot, Tendon & Ligamen.

Jika mendapatkan tekanan yang lebih besar daripada kekuatan alaminya, maka otot, tendon dan ligamen akan mengalami robekan.
Sendi lebih peka terhadap cedera jika otot dan ligamen yang menyokongnya lemah.
Tulang yang rapuh karena osteoporosis mudah mengalami patah tulang (fraktkur).

Latihan penguatan bisa membantu mencegah terjadinya cedera.
Satu-satunya cara untuk memperkuat otot adalah berlatih melawan tahanan, yang secara bertahap kekuatannya ditambah.

GEJALA

Nyeri pertama kali muncul jika serat-serat otot atau tendon yang jumlahnya terbatas mulai mengalami robekan.
Menghentikan latihan pada saat nyeri terjadi, akan mengurangi cedera pada serat-serat tersebut, sehingga pemulihan lebih cepat terjadi. Jika latihan tidak segera dihentikan, maka jumlah serat yang robek akan lebih banyak, sehingga kerusakannya lebih luas dan penyembuhannya menjadi lebih lama.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, keterangan dari penderita mengenai aktivitas yang dilakukannya dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan meliputi:
- CT scan
- MRI
- Artroskopi
- Elektromiografi
- Pemeriksaan dengan bantuan komputer lainnya untuk menilai fungsi otot dan sendi.

PENGOBATAN


Pengobatan segera untuk hampir semua cedera olah raga adalah istirahat, kompres es batu dan pengangkatan.

Bagian yang terluka segera diistirahatkan untuk meminimalkan perdarahan dalam dan pembengkakan serta untuk mencegah bertambah parahnya cedera.
Es batu menyebabkan pembuluh darah mengkerut, membantu mengurangi peradangan dan nyeri.

Membungkus daerah yang mengalami cedera dengan perban elastik dan mengangkatnya sampai diatas jantung, akan membantu mengurangi pembengkakan.
Pengompresan dengan es batu dilakukan selama 10 menit. Suatu perban elastik bisa dililitkan secara longgar di sekeliling kantong es batu.

Bagian yang mengalami cedera tetap diangkat, tetapi kompres es dilepaskan selama 10 menit, setelah itu dikompres lagi selama 10 menit. Hal ini dilakukan secara bergantian dalam waktu 1-1,5 jam.
Tindakan diatas bisa diulang sebanyak beberapa kali selama 24 jam pertama.

Es mengurangi nyeri dan pembengkakan melalui beberapa cara.
Daerah yang mengalami cedera mengalami pembengkakan karena cairan merembes dari dalam pembuluh darah. Dengan menyebabkan mengkerutnya pembuluh darah, maka dingin akan mengurangi kecenderungan merembesnya cairan sehingga mengurangi jumlah cairan dan pembengkakan di daerah yang terkena.
Menurunkan suhu kulit di sekitar daerah yang terkena bisa mengurangi nyeri dan kejang otot.
Dingin juga akan mengurangi kerusakan jaringan karena proses seluler yang lambat.

Pengompresan dengan es batu terlalu lama bisa merusak jaringan.
Jika suhu sangat rendah (sampai sekitar 15 derajat Celsius), kulit akan memberikan reaksi sebaliknya, yaitu menyebabkan melebarkan pembuluh darah. Kulit tampak merah, teraba hangat dan gatal, juga bisa terluka.
Efek tersebut biasanya terjadi dalam waktu 9-16 menit setelah dilakukan pengompresan dan akan berkurang dalam waktu sekitar 4-8 menit setelah es diangkat.
Karena itu es harus diangkat sebelum efek ini terjadi atau setelah 10 menit, baru dikompreskan lagi 10 menit kemudian.

Penyuntikan kortikosteroid ke dalam sendi yang terluka atau jaringan di sekitarnya bisa mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Tetapi penyuntikan ini bisa memperlambat penyembuhan, meningkatkan resiko terjadinya kerusakan tendon dan tulang rawan dan memperburuk cedera karena memungkinkan penderita menggunakan sendinya yang terluka sebelum sembuh total.

Terapi fisik bisa berupa pemanasan, pendinginan, listrik, gelombang suara, penarikan (traksi) atau latihan di air, bisa dilakukan sebagai tambahan terhadap terapi latihan.
Lamanya dilakukan terapi fisik tergantung kepada berat dan kompleksnya cedera yang terjadi.

Aktivitas atau olah raga yang menyebabkan cedera sebaiknya dihindari sampai cedera benar-benar sembuh.
Lebih baik mengganti jenis olah raga daripada tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali, karena sama sekali tidak melakukan kegiatan bisa menyebabkan otot kehilangan massa, kekuatan dan ketahanannya.

PENCEGAHAN

Pemanasan sebelum melakukan latihan yang berat dapat membantu mencegah terjadinya cedera.
Latihan ringan selama 3-10 menit akan menghangatkan otot sehingga otot lebih lentur dan tahan terhadap cedera.
Metode pemanasan yang aktif lebih efektif daripada metode pasif seperti air hangat, bantalan pemanas, ultrasonik atau lampu infra merah. Metode pasif tidak menyebabkan bertambahnya sirkulasi darah secara berarti.

Pendinginan adalah mengurangi latihan secara bertahap sebelum latihan dihentikan.
Pendinginan mencegah terjadinya pusing dengan menjaga aliran darah. Jika latihan yang berat dihentikan secara tiba-tiba, darah akan terkumpul di dalam vena tungkai dan untuk sementara waktu menyebabkan berkurangnya aliran darah ke kepala.
Pendinginan juga membantu membuang limbah metabolik (misalnya asam laktat dari otot), tetapi pendinginan tampaknya tidak mencegah sakit otot pada hari berikutnya, yang disebabkan oleh kerusakan serat-serat otot.

Latihan peregangan tampaknya tidak mencegah cedera, tetapi berfungsi memperpanjang otot sehingga otot bisa berkontraksi lebih efektif dan bekerja lebih baik.
Untuk menghindari kerusakan otot karena peregangan, hendaknya peregangan dilakukan setelah pemanasan atau setelah berolah raga, dan setiap gerakan peregangan ditahan selama 10 hitungan.

Pelapis sepatu (ortotik) seringkali dapat memperbaiki masalah kaki seperti pronasi.
Pelapis ini sifatnya bisa lentur, agak kaku atau kaku dan panjangnya bervariasi, disesuaikan dengan sepatu yang digunakan.
Sepatu lari yang baik memiliki:
- sudut tumit yang kaku untuk mengendalikan gerakan bagian belakang kaki
- sebuah penyangga di sepanjang pelapis untuk mencegah pronasi yang berlebihan
- sebuah lubang sepatu yang diberik bantalan untuk menyokong pergelangan kaki.
Ukuran ortotik biasanya 1 nomor lebih kecil daripada ukuran sepatu yang digunakan

P3K luar

imageKecepatan denyut nadi dan pernapasan

Pemegang kecakapan P3K harus mengetahui tentang kecepatan denyut nadi dan pernapasan seseorang. Umumnya kecepatan

denyut nadi seorang dewasa normal antara 60 dan 80 per menit, untuk anak-anak lebih tinggi. penderita yang mengalami kejutan (shock) denyut nadinya lebih cepat lagi.

Tempat merasakan dan menghitung denyut nadi yang terbaik adalah pada pergelangan tangan dan pada pelipis di depan telinga. Temukan tempat-tempat itu pada diri Anda sendiri atau pada teman Anda, dan mencoba menghitung denyut nadinya dalam satu menit.

Menghitung pernapasan seseorang dapat dilakukan dengan cara memperhatikan berapa kali dada orang itu naik dan turun. Dalam keadaan istirahat, kecepatan bernapas orang normal adalah 14 kah per menit. Keadaan stress akan meningkatkan kecepatan pernapasan seseorang.

1. Tenggelam

Kecelakaan yang sebenarnya (series) di clam terbuka sering ada hubungannya dengan kegiatan di air, sehingga sangat mungkin ,seorang pemegang kecakapan P3K akan menghadapi sendiri kasus orang tenggelam. Bila pernapasan korban berhenti, metode pernapasan buatan harus dipraktikkan. Metode pernapasan yang dipaparkan disini antara lain: (1) Metode tekan rongga dada, (2) Metode holger nielson, dan (3) Metode mulut ke mulut.

2. Memar dan patah tulang

Tulang-tulang yang bertemu pada persendian akan tetap pada posisinya, karena disambungkan dengan ikat sendi dan simpai sendi. Ikat dan simpai sendi yang merupakan jaringan dalam dapat terkoyak karena perenggangan sendiri secara paksa, tetapi tanpa merusakkan. Wit luar, dinamakan. memar.

Keseleo (terkilir, distorsi) disebut memar sendi, akibat dari tekukan atau renggangan sendi yang terlalu keras, menyebabkan ikat-ikat sendi koyak dan terjadi pendarahan. Sendi akan menjadi bengkak dan sulit digerakkan.

Tulang patah hampir selalu berarti simpai dan ikat sendi koyak. jadl antara jaringan dalam koyak, terkilir dan patah tulang dan Baling berkaitan, sering terjadi bersama-sama. Sulit memastikan apakah korban mengalami patah tulang atau tidak. Bila suatu benturan karena dikuti oleh rasa sakit, harus dicurigai terjadi patah tulang. Bagian yang luka mungkin kelihatan bengkok atau berposisi aneh. Korban mungkin tidak mudah menggerakkan bagian badan yang terluka, atau mungkin bagian itu bengkak.

Bila mencurigai korban mengalami patah tulang punggung, korban harus benar-benar terbaring diam sampai ambulan atau dokter tiba. Selimuti korban dengan jaketnya. Setiap gerakan akan membahayakan dirinya. Patch tulang mudah sekali membusuk bila perlakuan terhadap korban kasar dan ceroboh. Usahakan agar orang yang patah tulang tidak bergerak sama sekali sampai pertolongan medis tiba.

4. Pingsan

Bila penderita pingsan, pertama yang harus diperiksa adalah napasnya. Bila tidak bernapas, segera membuat pernapasan buatan, senantiasa memeriksa mulut penderita, karena penderita yang pingsan mudah tercekik. Bersihkan mulutnya dari muntah atau gigi tanggal. Cara memberikan bantuan korban yang pingsan sebagai berikut:

1) Bila posisi korban tidak membahayakan dirinya, berikan ia pertolongan di tempat itu juga.

2) Periksa napasnya.

3) Periksa apakah ia tidak tercekik (tersumbat).

4) Periksa bila ada perdarahan.

5) Balut luka yang ditemukan.

6) Jangan menggerakkan bagian yang terkena patah tulang.

7) Tolong cegah bila penderita mengalami shock.

8) Carilah bantuan pertolongan.

9) Jaga benda-benda milik penderita.

10) Jika ada kesempatan, segera minta bantuan dokter atau polisi.

11) Tetap tinggal beserta penderita sampai bantuan medis datang.

P3K

p3kRESUSITASI
kadang-kadang kita dihadapkan kepada seorang penderita yang dengan mendadak telah kehilangan kesadarannya , tidak bernapas daqn denyut jantungnya tidak terasa lagi,sehingga nampaknya orang tersebut telah meninggal dengan mendadak sekali.Mungkin

orang tersebut mengalami kecelakaan seperti tersengat arus listrik,TENGGELAM di air kolam renang atau di tempat yang lain,penderita seperti ini memerlukan pertolongan pertama yang dinamakan "RESUSITASI".
TUJUAN RESUSITASI adalah supaya orang tersebut dapat bernapas lagi , jantung berdenyut lagi, dan lambau laun menunjukkan tanda-tanda bahwa ia masih hidup , walaupun masih dalam keadaan gawat!!!
RESUSITASI ADALAH PERTOLONGAN PERTAMA TANGGAP DARURAT DENGAN MELALUI TAHAPAN PROSEDUR STANDAR DAN DILAKSANAKAN UNTUK MENOLONG KORBAN SEBELUM MENDAPATKAN BANTUAN MEDIS LEBIH LANJUT.
RESUSITASI tidak berguna jika dilakukan pada orang yang telah lama sakit keras sehingga keadaanya semakin mundur dan akhirnya napas dan denyut jantungnya berhenti dan kesadarannya hilang.
Resusitasi tidak perlu diberikan pada orang yang walaupun"TIDAK SADAR",namun masih bernapas dan jantungnya masih berdenyut.
Sebaiknya orang awam tidak melakukan RESUSITASI padakorban kecelakaan yang luka berat atau pada korban tindak kejahatan.Penderita seperti itu sebaiknya diusahakan supaya selekas mungkin dapat diperiksa dan ditolong dokter.
Berhasil tidaknya RESUSITASI untuk sebagian besar tergantung pada saat dimulainya RESUSITASI setelah malapetaka menimpa si sakit.
RESUSITASI terdiri dari urutan-urutan empat pertolongan dasar supaya dijalankan dengan baik
disebut dengan A , B , C dan D
A. JALAN NAPAS ( AIRWAY )
Pertolongan dimulai dengan membebaskan jalan napas dari segala sesuatu yang dapat merintangi keluar masuknya udara dari paru-paru,khusus bagi yang tenggelam keluarkan air dari paru-paru dengan cara ditelungkupkan dan mengangkat perutnya supaya air dapat mengalir dari hidung dan mulut penderita.Pembersihan hidung dan mulut penting karena akan tertiup masuk bersama udara ke dalam paru-paru dan menyebabkan radang paru oleh karena itu harus dibersihkan dari sisa ingus kotoran mutahan sebelum di beri napas buatan.
B. DIBERI NAPAS BUATAN (BREATHING)
Ini dilakukan setelah A benar-benar bersih den beres
mulut dibuka tutup hidung penderita dan tarik napas dalam kemudian di transferkan ke penderita melalui mulut penderita yang telah dibuka lebar "THE KISS OF LIFE" ciuman yang dapat menghidupkan
C.CARDIAC MASSAGE
dilakukan di daerah jantung tulang dada bagian bawah 4 kali berturut turut dengan kecepatan setiap kali satu detik dengan tekanan telapak tangan 4-5cm kebawah pertolongan B sekali dan empat kali pertolongan C begitu seterusnya
D.DRUG (obat-obatan )
Ini wewenang petugas medis untuk memberikan obat apapun yang diperlukan sesuai yang dibutuhkan penderita.
CEDERA OTOT
Boys and Girls kalau kita melakukan aktifitas olahraga dengan pemanasan yang seadanya atau cenderung malas pemanasan maka kemungkinan besar otot tidak siap dan cedera pada jaringan otot mengintai sewaktu waktu apalagi gerakan yang dilaksanakan tanpa prosedur yang benar yaitu :
1. Pemanasan
2. Latihan inti
3. Pendinginan
Namun jika ternyata terjadi juga cedera otot karena kesalahan berbagai faktor yang tidak kita antisipasi antara lain : 1.Kurang pemanasan
2.alat olahraga tidak sesuai untuk peruntukannya 3.Pakaian olahraga yang tidak sesuai dengan norma atau cabangnya .maka jalan terbaik merawat cedera tersebut dengan hati-hati agar segera sembuh seperti sediakala.
Boyz and girls jangan sekali kali cedera otot atau sering kita sebut keseleo "diurut" / "dipijat" apalagi di tempat yang sakit karena akan memperparah luka dijaringan otot tersebut dengan menimbulkan banyak pendarahan tandanya dengan "bengkak membiru" ini terjadi pendarahan di dalam jaringan jadi jika keseleo secepatnya dikompres es untuk menghindari pembengkakan. Kompres es akan membekukan pendarahan yang terjadi dan mengecilkan pembuluh darah kapiler agar pendarahan dapat terhenti sehingga tidak terjadi pembengkakan.jadi pemanasan yang cukup , pakaian olahraga yang sesuai, alat olahraga harus sesuai dan cabangnya dan memulai aktifitas

Entri Populer