Tampilkan postingan dengan label tips trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips trik. Tampilkan semua postingan

Buat yang Mudik, Jangan Lupa Bawa ini Untuk Bekal

Buat kamu yang akan mudik menjelang Idul Fitri, jangan lupa mempersiapkan tubuh agar tetap fit dalam perjalanan. Salah satu kendala adalah, macet atau berdesakan saat puasa jadi penyebab kita mudah mabuk dalam perjalanan. Bagaimana cara mengatasinya?
 

mywhitediaries.wordpress.com

 
Ada satu jenis pengobatan herbal yang efektif redakan mual saat berkendara, yakni jahe. Ternyata,  salah satu jenis tumbuhan rimpang yang sering ditemui di beberapa masakan ini nyatanya ampuh menghalau rasa mual. Jahe mengandung asam amino, protein, resin, diterpene, mineral, vitamin A dan niacin. Selain itu ada kandungan minyak atsiri di dalamnya seperti, zingiberene, B-bisabolene, singiberol, zingiborenol, ar-curcumene dan beberapa aldehid.

Selain itu, jahe juga mengandung senyawa aktif seperti Gingerol, 1-dehydrogingerodine, 6-gingesulfonic acid, zingerone, shogaol, palmetic acid, oleic acid, linoleic acid, caprylic acid, caproc acid, lauric acid, myristic acid, pentadecanoic acid, stearic acid, linilenic acid, lesitin, gingerglycolipids (A,B,C), dan karbohidrat.

Karena itu, untuk mengatasi mabuk kendaraan, jangan lupa mengonsumsi seduhan air jahe setelah makan sahur atau berbuka (tergantung dari jam perjalanan yang ditempuh).

Rebus bebrapa ruas jahe ke dalam dua gelas air, setelah diangkat, tambahkan sedikit madu ke dalamnya untuk menambah rasa.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Society of Clinical Oncology pada 2009 silam, para peneliti menemukan fakta bahwa jahe juga dapat mengurangi efek mual pada 644 pasien yang menjalani kemoterapi akibat kanker payudara.




 


Sahur? Susu Yes, Teh dan Kopi No!

Puasa selama 13-14 jam tiap hari selama satu bulan mengakibatkan cairan dalam tubuh menurun. Cara mengatasinya harus menjaga asupan cairan agar tidak terjadi dehidrasi.
 


Sayangnya, kita sering lupa memperhatikan konsumsi cairan tubuh. Apalagi bagi yang terbiasa minum kopi dan teh, saat bangun sahur guna mencegah mata mengantuk, minuman jenis itulah yang sering jadi pilihan dibanding memperbanyak minum air putih.

"Normalnya, tubuh membutuhkan kurang lebih dua liter cairan atau sekitar enam hingga delapan gelas air. Kadangkala, saat puasa tak terpenuhi. Ada yang cuma minum segelas saat sahur dan dua gelas saja saat buka. Akibatnya, tubuh menjadi dehidrasi," ujar dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK.

Gejala paling ringan ketika mengalami dehidrasi adalah bibir dan lidah kering, lemah, pusing, rasa mual atau kelelahan ekstrim. Selain itu, warna urin menjadi lebih gelap daripada biasanya.

Seorang bocah Palestina bersusah-payah demi air bersih /  occupiedpalestine.wordpress.com


Air putih merupakan cairan paling tepat untuk mengatasi dehidrasi. Fiastuti menyarankan agar kita mengonsumsi tiga gelas air saat sahur dan delapan gelas air saat buka. Tentunya, tidak diminum secara langsung, melainkan bertahap selama malam hari saat tidak berpuasa.

Ia juga mengingatkan agar kita mengindari minuman manis saat sahur. Hal itu untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh. Cairan manis yang dikonsumsi saat sahur bisa mengenyangkan sesaat, tetapi dapat menyebabkan hipoglisemia (kadar gula tubuh menurun secara drastis).

"Daripada minum teh manis saat sahur lebih baik anda meminum susu, karena bisa membuat kenyang lebih lama dari makanan lain. Susu memiliki kadar glikemik yang rendah dan tidak hanya mengandung karbohidrat, tetapi juga mengandung protein dan lemak yang diserap tubuh secara perlahan," jelasnya.
 
medicinenet.com

Jika ingin berolahraga, lakukan sebelum buka puasa. Pasalnya, seseorang berpeluang lebih besar kehilangan banyak cairan tubuh ketika berolahraga. Dengan mengatur jadwal olahraga mendekati waktu buka, tubuh akan terhindar dari dehidrasi berlebihan.

"Olahraga setelah berbuka sebaiknya dilakukan. Tak perlu olahraga berat. Cukup dengan berjalan di sekitar komplek atau sekitar halaman rumah. Dengan berjalan, akan ada benturan pada tulang. Hal itu membantu memperkuat tulang Anda," imbuh Fiastuti.

Nah, mari kita ambil gelas dan minum air putih sebelum waktu sahur tiba, ya.



 


Tips Cara Membuat Api dari Air Seni

Ya mungkin banyak yang tidak percaya dan sekedar candaan yang cenderung menjijikkan. Tetapi percaya atau tidak air seni kita bisa menciptakan api.

Bagi Anda yang menyukai petualangan di alam bebas tentu ada waktu untuk survival di alam terbuka, nah salah satunya adalah membuat api untuk memasak, dll.


Learn How to Light a Fire With Your Piss

Nah, sebuah video tutorial yang diunggah di YouTube ini memberikan sebuah solusi unik dan menarik, dimana Anda bisa membuat api dari air seni.

Tapi tentu saja bukan air seni yang langsung dibakar. Biar bagaimanapun air seni tentu tidak memiliki zat yang mengandung bahan bakar dari minyak. Lalu bagaimana proses sebenarnya?

Kunci dari tutorial ini adalah menjadikan air seni sebagai kaca pembesar. Ya, Anda pasti tahu jika kaca pembesar bisa menciptakan api dengan bantuan sinar Matahari. Dan disini air seni dapat melakukan fungsi yang sama dengan kaca pembesar.

Pertama-tama, kumpulkan air seni ke dalam botol. Tidak perlu terlalu banyak. Setelah itu siapkan sebuah kantung plastik bening. Lalu tuangkan air seni ke atas kantung dan kemudian dibungkus.

Terakhir jemur air seni itu di bawah Matahari dan tunggu reaksinya. Anda pasti dibuat terpukau.

Berikut ini videonya :




Sumber :
belantaraindonesia.org

Cara Membuat Api Tanpa Menggunakan Korek Api

Dalam survival di tengah rimba belantara, seringkali kita membutuhkan api untuk menghangatkan badan atau juga untuk memasak perbekalan makanan yang kita bawa.

Dan kendala yang sering terjadi adalah korek api kita basah sehingga tidak bisa di gunakan atau mungkin juga lupa tidak membawa korek api.


Berikut ini sedikit tip atau cara membuat api tanpa menggunakan korek api, tetapi hanya dengan menggunakan kaleng softdrink dan sebatang cokelat.

Bahan: Kaleng softdrink, sebatang cokelat, rumput dan ranting kering serta cahaya Matahari.


Langkah 1

Siapkan kaleng dan sebatang cokelat. Kemudian gosok-gosokkan cokelat pada bagian alas kaleng. Setelah merata bersihkan dengan tisu. Ulangi langkah tersebut sampai alas kaleng lumayan mengkilap.




Langkah 2

Setelah itu kita cek kaleng tersebut hingga cukup mengkilap, paling tidak bisa untuk memantulkan sinar.



Langkah 3

Kemudian siapkan rerumputan dan ranting kering. Bisa juga sabut kelapa untuk menjadi umpan apinya.



Langkah 4

Setelah siap, atur sudut pemantulan sehingga terdapat titik cahaya pada rerumputan yang kita siapkan tersebut. Setelah sudutnya dapat, tahan hingga rerumputan tersebut terbakar.



Sumber :
belantaraindonesia.org

Gunakan Aturan 20-20-20 Jika Berlama-lama di Depan Komputer

Jika kamu termasuk orang yang bekerja cukup lama di depan komputer, misalnya sampai beberapa jam, sebaiknya mulai memperhatikan kesehatan mata.

Terlalu lama di depan layar komputer tanpa istirahat bisa menyebabkan mata kering, kemerahan atau resiko lainnya. Seorang blogger profesional, Amit Agarwal, mendapatkan tips untuk mengistirahatkan mata dengan Aturan 20-20-20.



Apa itu aturan 20-20- 20?

Mudah saja, aturan ini menganjurkan setiap 20 menit bekerja di depan komputer kita harus istirahat paling tidak 20 detik dengan melihat obyek atau benda yang jaraknya sekitar 20 kaki (6 meter).

Tips lainnya untuk mengurangi kelelahan mata, sesuaikan tingkat kecerahan layar monitor (brightness). Usahakan jangan terlalu terang agar tidak cepat membuat mata lelah.

Sumber :
yafi20.blogspot.com

Entri Populer